pembunuhan padri familias didapati menjadi kebengisan setidaknya mengerasi dan sadis. lex duodecim tabularum (hukum dua belas kasihan daftar) mendefinisikannya bagai pembunuhan bebas atas orang berumur oleh anak-anak. dikubur hidup-hidup, digantung, dipotong-potong, disalib… penyiksaan jenis apa yang enggak diciptakan oleh orang-orang untuk mengazab tukang peras dan enggak memadai.
mesti saja, penemu rupa sanksi ini kesimpulannya dieksekusi di dalam bull, dan ini amat simpel ditebak. sekalipun daftar ini kompleks untuk ditetapkan peringkatnya, kita merasa segar memuat the brazen bull di posisi terpilih. elemen tambahan berwujud hewan di dalam bal hangat sampai pada periode kekaisaran. tidak nyata pada titik mana fauna lainnya terlihat, ayam gagah (analogi kebuasaan dan kebengisan akan biangnya pribadi) serta anjing (suruhan dari rabies, binatang leceh untuk orang romawi).

ini ialah jasa pembasmi ular dengan simbol-simbol, meskipun tak seluruhnya digabungkan pada durasi yang berbenturan. sebagian di antaranya mempunyai silsilah yang cocok tuanya bersama era mesir firaun, di mana pelaku pembantaian ibu bapak dibunuh sama teknik mendebah belahan daging atas ampel yang diasah dengan cara ad hoc dan kemudian membakarnya bersama serpihan. lamun, cicero (yang pernah lama dipautkan oleh retorika herennius dengan cara galat) menjelaskan dalam penemuannya jika tas kepala diciptakan dari kulit sederhana, sepertinya kulit anggur.
bentuk vonis mati ini pertama kali disebutkan seputar tahun 90 sm, dan binatang hidup pertama kali dikatakan pada periode mula imperium romawi. namun yang memiliki masa itu hanya menyebut ular yang dimasukkan ke dalam keranjang. panggilan cara hukuman mati selaku harafiah diterjemahkan dari bahasa latin menjadi “hukuman karung”, akibat dasar simpel yaitu prosedur ini mengimplikasikan mengelim preman yang dihukum ke dalam sak kulit dan melemparkan seluruh anggotanya ke dalam air. sebelum dieksekusi, tawanan dimasukkan ke dalam karung yang terbuat dari kulit serigala, yang melambangkan karakter binatangnya yang liar. sepatu kusen dipasang di kakinya, karena diyakini kalau gawang merupakan bahan pengucilan yang membagi si pembunuh dari tanah.
alat khusus yang didokumentasikan dengan cara massa oleh kartel ini meliputi, seumpama, pintu belakang bugsleep, blackout, small sieve, mori, dan powerstats, juga varian perkakas asal muasal terbuka yang dikompilasi khusus seperti lazagne ataupun crackmapexec. kampanye muddywater lazimnya tidak memakai ataupun memublikasikan perlengkapan, malware, atau mekanisme terkini; kebalikannya, mereka acap kali kali patut dilihat lantaran penargetan mereka. seperti yang bisa kita lirik, poena cullei tak memiliki pola tunggal dan juga nyata, tak dihukum karena satu pelanggaran spesifik, dalam cerita pergi serta lagi, disertai dengan beragam pengganti. namun, tak terlihat kecurigaan kalau tiap edisi membuahkan campuran horor dan juga kekuatan sentak yang abnormal dalam diri kita.

pukulan itu melahirkan meruah kebingaran dan hanya menjangkau sedikit tujuan operasional. mungkin salah satu fakta paling luar normal mengenai poena cullei yaitu apabila masalah terakhir yang dilaporkan di saxony terjadi pada zaman ke-18. enam kasus terakhir diinformasikan berlangsung di kota zittau di saxon antara tahun 1712 serta 1749.
kontras terutama ialah karungnya yang dibikin dari linen, bukan kulit. poinnya, uncang tersebut tidak resistan air sehingga terhukum (serta binatang) hendak mati relatif cepat gara-gara hilang, bukannya mati lesu di dalam bal kulit. bangsa romawi sungguh gemar mempermalukan terpidana serta membikin mereka menderita sebanyak bisa jadi. sehabis bereksperimen semasa sebagian ratus tahun dengan metode eksekusi ini, mereka nampaknya sudah menjumpai gabungan hewan yang sempurna buat dimasukkan ke dalam sak.